Logo BeritaKini
bolt Terkini
REGIONAL

Begini Kemeriahan HUT ke 20 HIMPAUDI di Kabupaten Bandung

R

Redaksi

Jumat, 03 Oktober 2025 | 09:58 WIB

 Begini Kemeriahan HUT ke 20 HIMPAUDI di Kabupaten Bandung



KABUPATEN BANDUNG | WALIMEDIA.ID, – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 HIMPAUDI (himpunan pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia) tingkat Kabupaten Bandung berlangsung meriah. 


Kegiatan yang diikuti oleh 1500 orang guru PAUD (pendidikan anak usia dini) se-Kabupaten Bandung ini, diisi dengan serangkaian kegiatan dinamis, mulai dari olahraga tradisional, defile, hingga workshop peningkatan kompetensi bagi pendidik ini, .


Acara  digelar di lapangan Batalyon Infanteri (Yonif) 330, Nagreg, Kamis (2/10/2025),  mengusung tema “2 Dekade HIMPAUDI Membersamai PTK PAUD Mewujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan PTK di Kabupaten Bandung”. 


Kegiatan HUT ke-20 HIMPAUDI dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Bandung, Hj. Emma Detty Permanawati yang diwakili olehStaf Ahli PKK Kabupaten Bandung, Tintin Indyati.


Pada kesempata ini hadir juga perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Ketua Himpaudi Jawa Barat, Widiasih Yogasara, para penilik PAUD Kabupaten Bandung serta perangkat wilayah Kecamatan.


Semangat Kebersamaan dalam Rangkaian Kegiatan


Jumlah kehadiran peserta perayaan HUT ke-20 HIMPAUDI melampaui ekspektasi panitia. Semula hanya ditargetkan akan dihadiri sekira 800 orang, ternyata pesertanya membludak hingga mencapai 1500 orang.


Ketua HIMPAUDI Kabupaten Bandung, Siti Nurjanah, dalam laporannya memaparkan tiga pilar utama kegiatan, yakni olahraga tradisional, defile dan workshop kompetensi.


Kegiatan olahraga tradisional, jelas Siti, merupakan kegiatan sinergitas HIMPAUDI dengan program KORMI dan mencakup lomba tarumpah panjang, jalan balok, dan hadangan bola. 


Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan tradisional kepada guru-guru PAUD, yang nantinya dapat diajarkan kepada anak didik. 


"Respons yang sangat positif memungkinkan kegiatan ini untuk dikembangkan hingga tingkat nasional," terang Siti.


Adapun kegiatan pawaran atau defile, kata Siti, merupakan representasi semangat dan identitas para pendidik PAUD yang tak pernah padam.


Sedangkan kegiatan workshop kompetensi yang mendatangkan narasumber nasional, Kang Deden Gurame, adalah upaya untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM).


Terlebih pada workshop kali ini dibahas kiat-kiat mengelola kelas yang menyenangkan, dan merupakan metode pembelajaran esensial bagi anak usia dini (AUD).


Perjuangan Kolektif untuk Kesetaraan Guru Non-Formal


Di balik kemeriahan perayaan, HUT ke-20 HIMPAUDI ini menjadi momentum untuk menyuarakan satu aspirasi utama: pengakuan dan kesejahteraan bagi guru PAUD non-formal.


Siti Nurjanah menegaskan bahwa harapan terbesar di usia organisasinya yang kedua puluh ini adalah agar pemerintah pusat mengakui pendidik PAUD non-formal sebagai guru.


“Kita sedang berjuang. Perjuangan ini mulai dari bawah sampai dengan pusat,” ujarnya, seolah memberikan semangat dalam memperjuangkan merevisi Undang-Undang Sisdiknas tentang Guru dan Dosen masih terus berlanjut .


Perjuangan hukum untuk kesetaraan ini bukanlah hal baru. Pada 2019, HIMPAUDI pusat telah mengajukan judicial review atas Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi. 


Tuntutan ini lahir karena ketidaksetaraan antara guru PAUD formal dan non-formal, yang mengakibatkan guru non-formal seringkali tidak memperoleh hak-hak dasarnya, seperti penghasilan yang layak, jaminan kesejahteraan sosial, dan kesempatan pengembangan kompetensi .


Dukungan Konkret dari Pemerintah Daerah


Dalam perjalanan memperjuangkan hak-hak ini, HIMPAUDI Kabupaten Bandung tidak berjalan sendirian. Siti Nurjanah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bandung dan Dinas Pendidikan yang selalu memberikan dukungan.


“Alhamdulillah, dari Dinas Pendidikan maupun dari pemerintah Kabupaten Bandung selalu mendukung HIMPAUDI,” katanya. 


Dukungan tersebut juga mencakup dukungan politik untuk merevisi Undang-Undang Sisdiknas agar guru PAUD non-formal diakui negara.


Lebih dari sekadar dukungan moral, Pemkab Bandung telah memberikan bantuan insentif dan jaminan sosial bagi guru-guru PAUD non-formal. 


Sejak tahun 2020, setiap guru PAUD non-formal di Kabupaten Bandung menerima insentif. Tahun ini insentif yang diberikan sebesar Rp 350.000, ditambah dengan kepesertaan dalam BPJS Ketenagakerjaan.


Langkah progresif ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan para pendidik di garis depan.


Tantangan di Lapangan dan Pesan Semangat


Meski telah mendapat dukungan dari daerah, tantangan struktural tetap ada. Siti Nurjanah memaparkan bahwa di lapangan, sebenarnya tidak ada perbedaan antara PAUD formal dan non-formal dalam hal standar pelayanan.


“Tantangannya itu tetap kita masih terkait dengan aturan. Baik PAUD formal maupun non-formal harus memenuhi standar pembelajaran yang menyenangkan sesuai STABDT dan PAUD, serta indikator akreditasi yang sama. Anak yang dilayani pun adalah anak usia dini yang sama, yaitu hingga usia 6 tahun," jelasnya.


Di akhir perayaan, Siti Nurjanah berpesan kepada seluruh anggota dan sesama pendidik PAUD, khususnya yang non-formal, untuk tetap teguh dalam perjuangan. 


“Apapun itu yang terjadi, takdir Allah. Kita harus siap, niatkan untuk ibadah,” pungkasnya, mengingatkan bahwa kerja tulus mereka adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa.(*)


Bagikan Berita Ini